Sabtu, 10 September 2011

Menyulap bangunan ruang VIP

Ping dari Aris untuk keyword Jasa Export Import dalam topik Menyulap bangunan ruang VIP. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bekerja sama dengan PT Angkasa Pura I (Persero),akan menyulap bangunan ruang VIP di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi pusat bisnis. Hal itu untuk melengkapi bangunan hotel transit yang akan dibangun di sekitar bandara. Sekretaris Provinsi Sulsel A Muallim menyebutkan, pihaknya telah melakukan pembicaraan awal dengan manajemen Angkasa Pura. Hanya, rencana itu masih menunggu persetujuan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Kasus gedung VIP pernah bergulir di Pengadilan Negeri Makassar 2010 karena diduga telah terjadi tindak pidana korupsi dalam pembangunannya dan diduga telah menyebabkan kerugian negara hingga Rp1,1 miliar.

Lokasinya berada di dalam kawasan bandara baru. Kondisi fisik bangunannya saat ini sudah setengah jadi. Rangka baja ringan sudah terpasang untuk kerangka atap. Hanya, karena tak pernah tersentuh hingga beberapa tahun,kondisi bangunan mengalami kerusakan. “Kami minta ini disepakati dan dilaporkan kepada Gubernur untuk dapatkan persetujuan. Angkasa Pura akan membangun hotel transit di sampingnya, jadi eks VIP ini dijadikan sebagai sarana pendukung, bentuknya adalah pusat bisnis,”katanya saat memberikan keterangan di Press Room Kantor Gubernur Sulsel, kemarin.

Informasi dari protokoler kepresidenan, lokasi tersebut tidak tepat dijadikan sebagai ruang VIP. Pasalnya, untuk lalu lintas RI 1 dan RI 2, lokasi bangunan dan di sekeliling lokasinya dianggap tidak aman. Dengan alasan ini pula, Pemprov Sulsel mengalihkan penempatan ruang VIP ke lantai tiga Bandara Sultan Hasanuddin dan hingga saat ini masih dalam pengerjaan. Rencananya, perampungan VIP yang baru ini akan diselesaikan 2012. Sementara itu, untuk pembangunan pusat bisnis, Pemprov berencana akan menganggarkannya pada APBD 2012 dan hingga saat ini masih terus menggodok konstruksi serta kebutuhan anggaran yang diperlukan.

“Kalau memang ini disepakati, kami akan kerja sama dengan Angkasa Pura.Apakah menggunakan sistem bagi hasil atau ada orang-orang kita yang ditempatkan sebagai perwakilan manajemen di sana,”paparnya. Manajer Operasional dan Umum PT Angkasa Pura I Kintoro membenarkan rencana kerja sama tersebut.Menurutnya, hal ini merupakan hasil penjajakan awal dengan Pemprov Sulsel. “Memang ada rencana menjadikannya pusat bisnis.Namun, terlebih dahulu akan dikaji secara komprehensif dan dikomunikasikan dengan kantor pusat,”tuturnya.

Patung Sultan Hasanuddin

Sementara itu, Pemprov dan Angkasa Pura hingga kini juga masih menggenjot pembangunan patung Sultan Hasanuddin di depan pintu gerbang Bandara Sultan Hasanuddin. Patung ini direncanakan setinggi 20 meter dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp6 miliar. Muallim mengaku, Pemprov dalam hal ini hanya menanggung biaya landasan patung tersebut. Sementara pembangunannya ditanggung sepenuhnya oleh Angkasa Pura.Patung ini menggunakan bahan dari Bandung, Jawa Barat, dan dikerjakan pemahat asal Bali, Denpasar.

“Kami rencanakan bisa selesai secepatnya dan akan diresmikan Presiden SBY pada 19 September 2011, bertepatan dengan HUT Sulsel,” ungkapnya. Demikian catatan online Aris yang berjudul Menyulap bangunan ruang VIP.

0 komentar:

Copyright © 2011 Aris All rights reserved