Kamis, 22 September 2011

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makananan

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makananan (BBPOM) Makassar mensinyalir, peredaran obat palsu di pasaran di Sulsel dan Sulbar, marak. Kondisi ini seiring dengan meningkatnya penggunaan obat tradisional.

Staf Pengawasan Obat tradisional dan Kosmetik BBPOM Makassar Fitriany mengungkapkan, penyebaran obat palsu tidak hanya marak di kota besar, tapi telah lama menjalar ke wilayah kabupaten.

“Jadi sebaiknya harus ada informasi yang penting buat masyarakat untuk bisa membedakan obat layak konsumsi dan palsu,” kata Fitrianty saat menggelar sosialisasi produk terapetik, kosmetik, komplimen dan bahan berbahaya, kepada puluhan ibu-ibu penggerak PKK Kabupaten Majene dan ibu-ibu Dharma Wanita, di kantor PKK Majene, kemarin.

Dia menjelaskan, untuk mengidentifikasi obat itu palsu atau bukan, cukup mudah. Obat atau prodak jamu ke-masan yang mencantumkan (misalnya, jamu encok, pegalinu, asam urat dan sebagainya), sebaiknya jangan di beli karena dari BBPOM tidak akan pernah memberikan izin dan lisensi.

Obat kuat untuk pria dewasa juga sangat berbahaya, jangan membeli produk yang bergambar porno atau pria kekar, karena sudah menjadi aturan BBPOM untuk tidak mengizinkan penggunaan gambar porno pada kemasan dan pastinya belum ada uji laboratorium. Demikian catatan online Aris yang berjudul Balai Besar Pengawasan Obat dan Makananan.

0 komentar:

Copyright © 2011 Aris All rights reserved