IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Politisi Partai Demokrat, Achmad Mubarok berpendapat, jika besaran ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dinaikkan menjadi 5 persen dari 2,5 persen, kemungkinan hanya terdapat empat partai politik yang dapat bertahan di parlemen, yakni Partai Golkar, PDI-Perjuangan, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sosial (PKS). Sementara partai cukup besar lainnya seperti PAN, PKB, dan PPP, terancam tidak masuk parlemen.
"PKB agak berat. PKS masih, karena pada umumnya, kader PKS lebih setia," kata Mubarok dalam diskusi refleksi akhir tahun Islamic College, Jakarta, Jumat (24/12/2010).
Wacana menaikkan ambang batas parlemen menjadi 5 persen kembali terdengar. Rencana tersebut datang dari empat partai besar termasuk, Golkar.
Belakangan, Ketua Umum Partai Golkar, bahkan mengusulkan angka 7,5 persen. Sementara partai-partai kecil, terdengar keberatan dengan rencana menaikkan besaran PT tersebut.
Mubarok menilai, kenaikan ambang batas parlemen dapat menguatkan sistem partai. Malah, menurutnya, lebih revolusioner lagi jika dinaikkan menjadi 7,5 persen. Kenaikan besaran ambang batas parlemen, kata Mubarok, justru memacu partai-partai politik, terutama partai kecil, untuk bekerja lebih keras dan berpikir kreatif. "Minoritas harus lincah, cerdas,masuk kemana mana. Maka dia sukses dimana-mana, politisi itu tidak bisa dibunuh, harus kreatif," katanya.
Penyederhanaan partai politik dengan menaikkan besaran ambang batas parlemen, kata Mubarok, akan mengubah perilaku politik parpol untuk berpikir ke arah kerangka besar, bukan kepentingan masing-masing. "Sistim presidensil kita lemah. Begitu partai tinggal lima, akan mengubah perilaku politik, apalagi kalau partai tinggal dua, koaliasinya akan imbang," pungkas guru besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu.
Sabtu, 25 Desember 2010
Rabu, 01 Desember 2010
Alex Hesegem
Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua, Alex Hesegem, meminta aparat keamanan mengusut tuntas dan menangkap para penembak warga di jalan raya sekitar gunung Timeri, kampung Nafri, distrik Abepura, Jayapura, Minggu lalu.
"Aparat penegak hukum harus segera mengungkap siapa pelaku penembakan tersebut, dan menghukum dengan seberat-beratnya," katanya di Jayapura, Rabu (1/12/2010).
Pernyataan itu disampaikan Wagub terkait penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata tidak dikenal dan menewaskan seorang warga serta melukai empat orang lainnya.
Ia menambahkan, tindakan penembakan yang dilaukan kelompok bersenjata tidak dikenal itu, adalah tindakan terkutuk dan telah mengganggu keamanan warga serta patut diberantas dan menjadi musuh semua pihak.
"Jangan biarkan mereka itu berkeliaran dan mengacaukan Papua. Siapun dia dan dari kelompok apapun, serta di mana saja di Papua yang bikin kacau, segera tangkap mereka," tegas Wagub Hesegem.
Menurut Alex Hesegem, apa yang dilakukan pelaku penembakan adalah upaya yang sengaja ingin mengacaukan Papua sebagai tanah yang damai, sehingga hal demikian tidak bisa ditolerir lagi.
"Masyarakat juga diminta jangan mudah terpancing dengan kejadian itu, tetapi tetap tenang dan melaksanakan aktivitasnya seperti biasa," imbaunya.
Sebelumnya Kapolresta Jayapura mengatakan, pelaku penembakan Minggu (28/11) sudah mulai teridentifikasi dan disinyalir sebagai pemain lama.
"Mereka ini disinyalir sebagai pemain lama dan mereka ini sudah diidentifikasi," kata Kapolresta Jayapura AKBP Imam Setiawan kepada wartawan, usai sweeping di Abe Pantai.
Menurut dia, pelaku penembakan dalam aksinya menggunakan sejata otomatis laras panjang jenis M 16, AK dan moser. Pelaku sangat keterlaluan. Mereka akan terus dikejar hingga tertangkap, ujarnya.
Dilaporkan, Minggu (28/11) siang sekitar pukul 11.00 WIT, sekelompok bersenjata tiba-tiba menembaki warga di daerah gunung Timei, daerah administrative kampung Nafri, Kota Jayapura.
Akibatnya seorang tewas atas nama Riswandi Yunus, tertembak pada bagian dada hingga tembus ke punggung.
Korban lainnya mengalami luka-luka seperti pengemudi taksi Baharudin (45), warga Arso mengalami luka tembak pada telapak tangan sebelah kanan.
Zainal (9), pelajar SDN 2 Bucen, Kotaraja, juga mengalami luka tembak pada bagian telapak tangan sebelah kiri dan luka lecet pada bagian dada.
Alex Nongga (32) tertembak pada bagian lengan tangan sebelah kanan, luka lecet pada muka dan hidung. Saharia Bowo (38) ibu rumah tangga mengalami luka lecet pada kedua lutut. Secara umum kondisi keamanan di kota Jayapura dan sekitarnya relatif kondusif. Demikian catatan online Aris tentang Alex Hesegem.
"Aparat penegak hukum harus segera mengungkap siapa pelaku penembakan tersebut, dan menghukum dengan seberat-beratnya," katanya di Jayapura, Rabu (1/12/2010).
Pernyataan itu disampaikan Wagub terkait penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata tidak dikenal dan menewaskan seorang warga serta melukai empat orang lainnya.
Ia menambahkan, tindakan penembakan yang dilaukan kelompok bersenjata tidak dikenal itu, adalah tindakan terkutuk dan telah mengganggu keamanan warga serta patut diberantas dan menjadi musuh semua pihak.
"Jangan biarkan mereka itu berkeliaran dan mengacaukan Papua. Siapun dia dan dari kelompok apapun, serta di mana saja di Papua yang bikin kacau, segera tangkap mereka," tegas Wagub Hesegem.
Menurut Alex Hesegem, apa yang dilakukan pelaku penembakan adalah upaya yang sengaja ingin mengacaukan Papua sebagai tanah yang damai, sehingga hal demikian tidak bisa ditolerir lagi.
"Masyarakat juga diminta jangan mudah terpancing dengan kejadian itu, tetapi tetap tenang dan melaksanakan aktivitasnya seperti biasa," imbaunya.
Sebelumnya Kapolresta Jayapura mengatakan, pelaku penembakan Minggu (28/11) sudah mulai teridentifikasi dan disinyalir sebagai pemain lama.
"Mereka ini disinyalir sebagai pemain lama dan mereka ini sudah diidentifikasi," kata Kapolresta Jayapura AKBP Imam Setiawan kepada wartawan, usai sweeping di Abe Pantai.
Menurut dia, pelaku penembakan dalam aksinya menggunakan sejata otomatis laras panjang jenis M 16, AK dan moser. Pelaku sangat keterlaluan. Mereka akan terus dikejar hingga tertangkap, ujarnya.
Dilaporkan, Minggu (28/11) siang sekitar pukul 11.00 WIT, sekelompok bersenjata tiba-tiba menembaki warga di daerah gunung Timei, daerah administrative kampung Nafri, Kota Jayapura.
Akibatnya seorang tewas atas nama Riswandi Yunus, tertembak pada bagian dada hingga tembus ke punggung.
Korban lainnya mengalami luka-luka seperti pengemudi taksi Baharudin (45), warga Arso mengalami luka tembak pada telapak tangan sebelah kanan.
Zainal (9), pelajar SDN 2 Bucen, Kotaraja, juga mengalami luka tembak pada bagian telapak tangan sebelah kiri dan luka lecet pada bagian dada.
Alex Nongga (32) tertembak pada bagian lengan tangan sebelah kanan, luka lecet pada muka dan hidung. Saharia Bowo (38) ibu rumah tangga mengalami luka lecet pada kedua lutut. Secara umum kondisi keamanan di kota Jayapura dan sekitarnya relatif kondusif. Demikian catatan online Aris tentang Alex Hesegem.
Langganan:
Entri (Atom)