Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang merencanakan verifikasi ulang penerima kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) pada 2011.
Diperkirakan masih banyak rumah tangga sasaran (RTS) yang belum bisa menikmati program kesehatan gratis tersebut. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Palembang Herty Mochtar mengatakan, tindakan verifikasi tersebut direncanakan baru akan dilakukan awal 2011. Verifikasi terakhir yakni pada 2008, karena itu jumlah penerima kartu ini dirasakan telah berbeda.
Data terakhir yang dimiliki Pemkot Palembang, jumlah penerima Jamkesmas di Palembang sebanyak 465.695 orang. “Ini masih perlu dimonitor lagi, mengingat sekarang juga sudah ada program Jamsoskes Sumsel Semesta (kesehatan gratis dari Pemprov Sumsel).Kalau memang tidak dipakai, harus dialihkan ke warga lain yang membutuhkan,” kata Herty di ruang kerjanya kemarin.
Verifikasi dilakukan terutama untuk melihat apakah penerima kartu Jamkesmas masih berdomisili di tempat yang sama atau sudah pindah. Selain itu, apakah orang tersebut juga telah meninggal dunia? Indikasi terjadinya penyalahgunaan kartu juga bisa menjadi salah satu faktor bertambahnya jumlah penerima Jamkesmas ini.“Artinya, orang tersebut sudah tidak lagi dalam kategori miskin karena dalam jangka waktu dua tahun sejak verifikasi terakhir, mereka bisa saja sudah berubah taraf hidupnya (pendapatan),”jelas Herty.
Kalau memang telah mengalami perubahan, pihaknya akan mengalihkan penerima kartu ini kepada mereka yang lebih membutuhkan. “Insya Allah tim kita akan melakukan verifikasi seakurat mungkin.Kita harap usulan kita ini bisa dikabulkan pemerintah pusat,” tandasnya. Terkait pelayanan Jamkesmas untuk orang gila,anak jalanan,dan gelandangan, pihaknya mengaku masih terkendala masalah data.
“Kita kesulitan untuk mendata gepeng atau anjal, karena mereka ini berpindah-pindah tempat, termasuk untuk pendataan orgil.Tapi, untuk masalah ini kami sudah koordinasikan dengan Dinsos,” pungkasnya Terpisah,Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang Hasbullah Tuwi menjelaskan, hingga 2010 ini, sebanyak 131 orgil telah mendapatkan pelayanan kesehatan dengan memakai kartu Jamkesmas.
Khusus untuk usulan verifikasi ulang yang akan dilakukan,pihaknya mengaku kesulitan jika tetap menggunakan sistem data secara by name by address (nama dan alamat).“Makanya kita menggunakannya secara acak dan menggunakan kode seperti Mr X dan Ms X di kartu Jamkesmas itu,”ujarnya. Menurut Hasbullan, sistem acak ini digunakan karena kondisi orgil tersebut yang hilang ingatan.
“Kalau kita tanya nama atau alamat tentu susah. Nanti, biasanya mereka kita rujuk ke RS Ernaldi Bahar.Paling cepat mereka dirawat satu bulan,paling lama tiga bulan,” jelasnya. Setelah dirawat, mereka akan dikirimkan ke panti gelandangan dan orang telantar (PGOT) di Kenten.“Kartu itu juga nantinya kita pakai lagi untuk orgil lain yang terjaring razia,”tegasnya.
Kamis, 07 Oktober 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar