Minggu, 15 Agustus 2010

Sultan Diminta Bentuk Tim

Kalangan DPRD DIY mendesak Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku gubernur membentuk tim untuk membantu pengungkapan kasus pencurian koleksi Museum Sonobudoyo.

Tim ini pulalah yang diharapkan bisa memberikan solusi atas kendalakendala yang dialami pengelola museum selama ini, seperti pengamanan.“ Pengungkapan kasus ini pun sebenarnya butuh anggaran khusus, tapi itu saya rasa bisa teratasi jika ada koordinasi dinasdinas dan elemen masyarakat manapun yang tergabung dalam tim internal ini nanti,”ujar Ketua Komisi D DPRD DIY Nuryadi saat melihat langsung lokasi pencurian di Museum Sonobudoyo kemarin.

Untuk merealisasikan tim ini, pihaknya meminta Dinas Kebudayaan DIY segera berkoordinasi dengan gubernur. Menurutnya, hasil kerja dari tim ini pun nantinya bisa menjadi masukan bagi pihak kepolisian untuk mempermudah pencarian.Yang terpenting,menurut Nuryadi, dalam persoalan ini jangan sampai ada kesan tidak baik pada Dinas Kebudayaan maupun Museum Sonobudoyo.

“Karena bukan berarti Dinas Kebudayaan saja yang terkena petaka tapi kita semua karena yang hilang adalah barang bersejarah kita. Dan jika memang ada orang dalam yang terlibat, maka bisa segera ditindak,”jelasnya. Di sisi lain, anggaran pengamanan Rp2miliar per tahun dinilai masih sangat jauh dari anggaran ideal.Apalagi museum ini sedang menuju taraf internasional.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DIY Djoko Dwiyanto menyatakan, untuk museum sekelas Sonobudoyo yang menjadi simbol kebudayaan karena barang-barang koleksinya, idealnya mendapat anggaran sebanyak Rp12 miliar.“Dengan anggaran ideal sebanyak itu maka Museum Sonobudoyo bisa menjadi museum yang komperhensif, independen, otonom sekaligus memiliki pengamanan yang baik,” ungkapnya saat menerima kunjungan Komisi D DPRD DIY kemarin.

Djoko menambahkan, dari keterangan Kepala Museum Sonobudoyo Martono,saat kejadian pencurian, alatCCTVternyatatidakhidup. Alasannya CCTV berada di beberapa spot area museum sehingga tidak tersentralisir.“Ke depan,kami akan mengusahakan agar CCTV bisa disentralisir agar tidak susah saat memantau,” imbuhnya.Saat ini,pihaknya pun akan memproses asuransi dengan mengurus polis untuk iuran tahunan bagi benda-benda budaya.

0 komentar:

Copyright © 2011 Aris All rights reserved