Putri Gracia Sambiran, bocah berusia tujuh tahun satu bulan asal Minahasa Utara pengidap wilson disease, hingga kini belum menemukan pendonor hati yang tepat. Anak pertama pasangan Jemy Sambiran dan Reny Wowor ini masih menjalani perawatan intensif di bangsal anak C1 di bawah pengawasan Tim Cangkok Hati RSUP Dr Kariadi Semarang. Kepala Bagian Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Pemasaran RSUP Dr Kariadi Semarang M Alfan mengatakan, pihak Rs terus melakukan pemeriksaan terhadap calon pendonor untuk menentukan pendonor yang cocok.
”Sampai saat ini kami belum mendapatkan pendonor hati untuk Putri,namun kami terus mencari,”ujarnya di Semarang kemarin. Penanganan Putri sempat terkendala “menghilangnya” bocah tersebut menjelang persiapan operasi. Operasi cangkok hati Putri saat itu memang tinggal menunggu pendonor hati yang cocok.“Sebelumnya, Putri memang sudah disiapkan menjalani operasi cangkok hati,namun tiba-tiba ‘menghilang’ sehingga tahapan persiapan operasi menjadi terhenti.
Kalau pencarian pendonor jalan terus,” ungkapnya. Walaupun keberadaan Putri belum diketahui, pihak rumah sakit tetap mencari pendonor hati untuk berjaga-jaga apabila Putri kembali, misalnya mencatat pihak yang bersedia,kemudian diperiksa kondisinya. Namun, ia mengaku gembira karena Putri telah kembali menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi Semarang.
Warga Dimembe, Kecamatan Minahasa Utara yang didiagnosa menderita penyakit wilson, sejenis kelainan hati, ini dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang pada 21 April 2010 lalu. Putri sebelumnya menjalani perawatan di RS Prof Kandou Malalayang, Manado. Namun,25 Juni 2010 saat proses persiapan menjalani operasi cangkok hati, keberadaan Putri tersebut justru tidak diketahui.
Nenek Putri,Nonce Sarayar,57, yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut menduga Putri dibawa ibunya. Itu karena Putri tinggal di Semarang bersama ibunya, Reny Wowor. Nonce menjelaskan, kejadian itu bermula saat dia berangkat dari Jakarta pada 25 Juni 2010 untuk mengunjungi cucunya di rumah kontrakannya di kawasan Kintelan Semarang.Kini rumah itu sudah kosong.“ Di rumah itu,Putri ditunggui ibunya dan neneknya dari pihak ibu.
Kemudian saya hubungi neneknya, ternyata sudah berada di Manado. Sedangkan saya hubungi ibunya,tidak pernah diangkat,”paparnya. Nonce menduga Putri dibawa ibunya karena neneknya dari pihak ibu Putri,yang sudah berada di Manado, saat dikonfirmasi juga tidak mengetahui keberadaan Putri. “Apalagi Reny (ibu Putri) saat dihubungi tidak pernah mengangkat teleponnya,” kata ibu kandung Jemy Sambiran (ayah Putri) tersebut.
Minggu, 15 Agustus 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar