Kamis, 05 Agustus 2010

Pencarian Korban KM Trisal Nihil

Pencarian 12 korban KM Trisal Pratama yang tenggelam di Perairan Selayar, belum membuahkan hasil. Meski sudah dilakukan pencarian melalui udara dan laut tak satupun korban ditemukan.


Hingga hari kedua pencarian, kemarin, korban KM Trisal yang bertabrakan dengan KM Indi Matam di Perairan Selayar, Rabu (4/8) dini hari, puluhan personel dari tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Informasi dari pos induk penyelamatan di Kantor Administrator Pelabuhan Makassar, tiga kapal patroli milik Polairud Polda Sulselbar diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran. Ketiga kapal patroli itu masing- masing KP Gatot Kaca Nomor Lambung 511, KP 2127, KP 279. Selain itu, Kapal Angkatan Laut (KAL) Samalona TNI-AL juga membantu melakukan pencarian di sekitar tenggelamnya kapal pengangkut 2.000 ton semen Bosowa itu.

Selain penyisiran di laut dan pantai, pesawat Cassa milik TNI AL juga memantau dari udara. Kepala Kantor SAR Makassar M Hernanto mengatakan, pihakya telah melakukan pencarian sampai di sekitar perbatasan perairan Jeneponto, namun belum ada hasil.Kondisi cuaca saat pencaian juga relatif aman. Dia menjelaskan, pencarian akan terus dilakukan sampai tujuh hari sejak tenggelamnya kapal tersebut. ”Ketentuannya kami (Badan SAR Nasional) akan melakukan pencarian sampai tujuh hari setelah musibah ini terjadi. Kecuali kalau pihak keluarga korban atau agennya yang meminta,” kata dia di posko induk,siang kemarin. Pihaknya telah mengirim 25 porsenel, termasuk lima porsonel dari KPLP Makassar.

Para tim SAR ini melakukan pencarian menggunakan rescue boat. Tak hanya di Makassar,di Bulukumba, gabungan tim SAR yang terdiri dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan Selayar, Badan SAR Nasional Selayar, Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Bira Bulukumba, Polisi Air dan Laut,TNI Angkatan Laut, tim SAR Universaitas Hasanuddin, dan Basarnas Sulsel, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Bulukumba. Koordinator SAR Selayar Junaedi mengatakan, tim SAR yang berangkat sekitar pukul 09.00 wita menggunakan perahu kecil, speed boat, raider boat.

Tim ini akan menyusuri pulau-pulau kecil yang ada di sekitar lokasi tenggelamnya KM Trisal. Kata Junaedi, tim melakukan pencarian sejauh lima mil keluar dari lokasi tenggelamnya kapal naas ini. Namun, hingga pukul hingga pukul 14.00 wita,kemarin, tim belum berhasil menemukan 12 korban yang hilang. Para tim akhirnya memutuskan melanjutkan pencarian besok (hari ini). Sementara itu, pihak KPLP melansir, sepanjang 2009 lalu, hanya satu kali terjadi kecelakaan di perairan Bulukumba-Selayar terjadi sekitar bulan Januari.Yakni tenggelamnya Kapal Motor (KM) Bukit Tiro O5 di perairan laut perbatasan Pulau Jinato dan Kayuadi, Kepulauan Selayar.Akibatnya, tujuh penumpang tenggelam, seorang hilang bernama Baso Darwis,32, korban hingga kini belum ditemukan.

Keluarga Korban

Kemarin, sejumlah keluarga korban kecelakaan kapal nahas datang ke posko tim SAR di Kantor Adpel Makassar.Mereka mencari informasi terakhir dari regu penyelamat. Ningsih, Istri Umbari (Nahkoda), mengatakan, sengaja datang dari Kendari, Sulawesi Tenggara, setelah mendapat informasi peristiwa ini. Dia yakin suaminya masih bisa hidup dan berharap tim SAR segera menemukannya. Bayi perempuan bernama Fadillah yang selamat dari maut, juga disertakan ke Kantor Adpel Makassar. Anak ini selamat setelah seorang juru mudi Debi terapung selama tiga jam bersama anak ini.

Sementara ibunya, Rodisa (Muallim I) serta ayahnya Syarifudin Nasaru (Muallim II) belum ditemukan, termasuk kakak Farida bernama Alam berusia tiga tahun. Hingga kemarin, penyebab terjadinya tabrakan masih belum jelas.

0 komentar:

Copyright © 2011 Aris All rights reserved