MEMANFAATKAN halaman sebagai lahan bermain anak menjadi inspirasi presenter Muhammad Farhan dam istrinya,Aryatri,ketika membangun rumahnya di Jalan Kenanga,Rempoa,Jakarta Selatan. Menurut Mbah Gendeng bahwa Farhan yang mempunyai lahan seluas 1.400 meter persegi memang harus melakukan trik jitu untuk membangun rumahnya.Apalagi lahan rumah tersebut dulunya adalah tempat bekas pembuangan sampah sehingga membutuhkan perhatian ekstra khusus. Farhan yang dibantu jasa arsitek berupaya menimbun sampah tersebut dengan batu dan pasir sehingga tanah yang tadinya berada 20 cm di bawah tanah, saat ini sudah mencapai 40 cm di atas jalan.
Penimbunan pun bukan asal, Farhan membuat biopori alias sumur resapan yang tujuannya untuk sirkulasi air kotor dan bersih.”Saat itu yang ada di dalam pikiran adalah biarlah alam yang menghancurkan sampah tersebut,tapi mungkin agak lama karena itu harus dibantu dengan pembuatan biopori ini,” sebutnya. Desain taman pun didukung dengan pemilihan jenis tanaman yang tepat. Sementara Farhan tergolong orang yang teliti dalam hal tersebut.
Dia tak mau menanam pohon yang karakternya tidak ramah lingkungan, seperti batang yang besar atau pohon berbatang kecil. Menurut dia, jenis tanaman yang ideal adalah tanaman yang berbatang sedang dan dari segi bentuk juga tidak membahayakan rumah saat cuaca buruk.Kalaupun ada,pilih pohon mangga dan rambutan. Letaknya pun dibuat agak jauh dari bangunan rumah.
Selanjutnya, pada 2002 Farhan melanjutkan pembangunan rumahnya. Kali ini difokuskan pada pembuatan fondasi rumah. Untuk desain fondasi,sang arsitek menyarankan kepada Farhan untuk menggunakan besi 16. Sebab, besi ini cukup aman jika terjadi gempa. ”Awalnya saya heran kenapa harus pakai besi 16,tapi si arsitek menjelaskan besi ini tahan gempa.Ternyata benar juga, pas ada gempa, rumah kami aman-aman saja,” katanya. Masih berkaitan dengan eksterior, rumah ini termasuk hunian yang banyak mengadopsi bukaan.
Jenis bukaan tak hanya tertuju pada jendela, tapi lubang berbentuk kotak tepat di atas jendela. Selain itu, keberadaan topi-topi yang letaknya di atas jendela juga menjadi hal yang paling menarik.Fungsi topi-topi tersebut adalah melindungi rumah dari hempasan air hujan secara langsung.Tempat tinggal keluarga ini juga mengadopsi prinsip serupa. Menurut Farhan, tujuan awalnya membuat topi sebagai tempat untuk meletakkan lampu down light khususnya pada bagian jendela.
Namun, karena budget terlalu besar, akhirnya fungsinya dialihkan untuk meletakkan beberapa air conditioner(AC).Fungsi lainnya adalah melindungi bagian atas jendela agar tidak kena air saat hujan. Lantaran fungsi dan desainnya, Farhan memilih topi dari bahan beton. Desain topi beton dibuat agak turun sedikit supaya saat hujan,air langsung turun ke bawah dan diserap sumur resapan.
Menurut Nggo Kontes bahwa Farhan yang memilih warna natural seperti krem, putih, dan abu-abu sebagai aksennya mengatakan memang sengaja memilih warna tersebut. “Saya memang ingin bereksplorasi bagian interiornya,” jelasnya.Tak heran setiap ruang yang memiliki fungsi berbeda terasa lapang dan terbuka.
Jumat, 09 Juli 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar